Minggu, 05 Februari 2012

TUHAN SELALU MEMBERI PETUNJUK

TUHAN SELALU MEMBERI PETUNJUK

“Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.” Yesaya 48:17

Dalam menjalani hidup ini kita sangat membutuhkan tuntunan dan petunjuk dari Tuhan. Pemazmur berkata, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:1-2). Alkitab berisi tuntunan dan petunjuk dari Tuhan. Semakin kita mempelajari firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam semakin kita mengerti apa kehendak Tuhan, dan apa langkah-langkah yang harus kita tempuh sehingga penjalanan hidup kita selalu beruntung dan akan memberi faedah.

Tuhan memberikan contoh kehidupan empat binatang kecil, “Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.” (Amsal 30:24-28). Semut, meskipun tergolong binatang terkecil dan lemah, ia rajin, ulet dan cekatan. Selain itu semut memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesamanya, mereka menopang satu sama lain dan bergotong-royong. Tuhan menghendaki hal yang demikian, “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2). Belalang, dalam waktu singkat sanggup menghabiskan hasil ladang berkat kerjasama dan ketekunannya.

Masih ada saja orang Kristen yang bukannya saling menopang dan bengotong-royong satu sama lain, malah saling sikut, hantam dan saling mendiskreditkan. Pelanduk, binatang lemah tapi mampu membuat rumahnya di atas bukit batu sehingga ia selamat dan aman apabila badai menyerang. Yesus adalah Batu Karang keselamatan kita. Sudah seharusnya kita mempercayakan hidup ini sepenuhnya kepada Dia.

“Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” Matius 7:24

Sabtu, 04 Februari 2012

Pencobaan yang disebabkan oleh hawa nafsu

Pencobaan yang disebabkan oleh hawa nafsu

(Yakobus 1 : 14) Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya...

Tidak semua pencobaan berasal dari Iblis, tetapi hawa nafsu juga dapat menyebabkan kita masuk ke dalam pencobaan. Keinginan daging atau hawa nafsu terkadang timbul dalam diri manusia dan hal ini kita sebut sebagai tabiat dosa yang diwariskan sejak Adam dan hawa jatuh ke dalam dosa.

Mazmur 51 : 5 ...aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Mazmur 51 : 7 ... dalam dosa aku dikandung ibuku.
Roma 7 : 20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, bukan lagi aku yang memperbuatnya tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Melawan hawa nafsu bukanlah sesuatu yang mudah dan tidak ada seorangpun yang mampu hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan tanpa pertolongan Roh Kudus. Manusia tidak akan dapat menguasai dirinya tanpa bekerja sama dengan Tuhan, sebab manusia adalah makhluk yang lemah.

Tidak mungkin manusia yang memiliki keinginan berbuat dosa dapat masuk ke dalam sorga, kalau bukan karena karya penebusan Yesus di salib. Di Sorga tidak ada dosa oleh karena itu keselamatan adalah anugerah yang Bapa berikan kepada kita dalam Yesus Kristus, itu bukan usaha kita. Manusia berusaha untuk berbuat baik, hidup kudus tetapi tanpa karya penebusan Yesus di salib dan karya Roh Kudus maka manusia itu akan berbuat sebaliknya, walaupun dia berusaha untuk tidak melakukan dosa, tetapi

Karena manusia adalah makhluk yang lemah dan dilahirkan dalam dosa maka manusia akan tetap berbuat dosa baik melalui pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Hanya melalui darah Yesus kita menjadi kudus dan diampuni dari segala dosa dan pelanggaran kita.



Mengatasi pencobaan yang disebabkan oleh keinginan daging atau hawa nafsu :

1. Hidup dalam Roh (Galatia 5 : 16)
Maksudnya ialah : hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Jika kita ingin menaklukan hawa nafsu, maka kita harus membiarkan Roh

Kudus untuk menguasai hidup kita terlebih dahulu. Hal ini menuntut suatu keputusan dari diri kita, sebab Roh Kudus tidak pernah memaksakan kehendakNya kepada seseorang, Roh Kudus adalah Pribadi yang lemah lembut.

Hidup oleh Roh adalah : Memiliki persekutuan dengan Yesus setiap saat dimanapun kita berada, dan hal ini hanya dapat kita lakukan melalui doa dan membaca firman Tuhan.


2. Hindarilah dan jangan memberi kesempatan kepada hal-hal yang dapat menyebabkan hawa nafsu menguasai diri kita.
Kejadian 39 : 12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata : "Marilah tidur dengan aku. " Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan

lari keluar. yusuf tidak memberikan kesempatan kepada hawa nafsunya untuk bereaksi,

oleh karena itu langkah yang tepat adalah segera menghindar.


Daud berbeda dengan Yusuf, ketika Daud melihat Batsyeba sedang mandi, Daud berlama-lama untuk memandangnya sampai pada keadaan dimana Daud tidak dapat lagi mengatasi hawa nafsunya. Akibatnya Daud jatuh dalam dosa.

Amsal 6 : 27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?
- Jika Anda melihat hal-hal yang bersifat pornografi maka dengan sendirinya nafsu anda akan menyala.
- Jika Anda bergaul dengan orang yang salah, maka lambat laun Anda juga akan terseret olehnya.

Penutup :
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus hidup dalam kekudusan dan bukan mengikuti hawa nafsu yang membawa kita kepada kebinasaan. Roma 8 : 13 Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Jumat, 03 Februari 2012

Cerita Kehidupan dari India

Cerita Kehidupan dari India

"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Tuhan, Bapa kita" (Kolose 3 : 17)

Saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja ! 'Kerja menyebalkan' , hidup tak berguna', dan nggak ada sesuatu yang beres!! Tapi semua itu telah berubah. Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita. Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk! Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, iamelihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!

Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang. Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu 'so naughty' atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat ..MENGEMIS.. .!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan !! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri !!

Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu... mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan). Terkejut engan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini! Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25!!

Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi,punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!

Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan anda ? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!! Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??

"Life is Beautiful"
"for He as made it beautiful for us"

Mari bersyukur atas indahnya hidup. Karena kita tidak pernah tahu apa yang DIA rencanakan untuk kita hari ini dan esok hari…

Kamis, 02 Februari 2012

KUNCI MUJIZAT: TAAT DAN MAU BERUBAH

KUNCI MUJIZAT: TAAT DAN MAU BERUBAH

“Dan sete!ah mereka (para nelayan) melakukannya, mereka menangkap sejum!ah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak” Lukas 5:6

Suatu ketika Tuhan Yesus berada di tepi danau Genesaret dan mengajar orang banyak tentang firman, termasuk di antaranya para nelayan yang telah turun dari laut. Lalu Tuhan Yesus naik ke dalam salah satu perahu milik Simon Petrus. Yesus memerintahkan Petrus untuk bertolak ke tempat dalam, menebarkan jala dan menangkap ikan di situ, padahal hari sudah siang dan Petrus sedang berkemas-kemas hendak pulang, sebab sudah semalaman dia melaut dan tidak beroleh apa-apa.

Siang hari bukanlah saat yang biasa bagi nelayan untuk menangkap ikan. Perihal menangkap ikan Petrus adalah ahlinya karena dia seorang nelayan yang sangat berpengalaman, di mana sebagian besar hidupnya ia habiskan di laut. Meskipun demikian Petrus melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dan akhirnya mujizat terjadi: hasil tangkapannya sangat banyak, jala sampai terkoyak dan perahunya hampir tenggelam. Secara logika Petrus punya alasan menolak perintah Tuhan Yesus, tetapi dia tetap taat dan berani mengambil resiko meninggalkan kenyamanannya dan melakukan sesuatu yang tidak biasa. Petrus melakukan tindakan iman; dia mengabaikan semua pengalaman dan juga kemampuan yang selama ini ia andalkan. Sekalipun perintah Tuhan Yesus itu tidak masuk akal, dia mentaatinya! Bila Petrus tidak mau melangkah dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, dia tidak akan pernah melihat mujizat itu terjadi.

Bila kita tetap tinggal dalam kenyamanan dan tidak mau ‘bayar harga’ untuk berubah, kita pun tidak akan pernah melihat perkara-perkara besar dari Tuhan; kehidupan kekristenan kita tetap biasa-biasa saja, tidak luar biasa, Tuhan berkata, “Bertolaklah ke tempat yang dalam...” (ayat 4). Melangkah ke tempat yang dalam berarti membuat perubahan, melakukän sesuatu yang tidak biasa. Perubahan memang menyakitkan daging kita, kita lebih suka melakukan sesuatu yang menyenangkan daging. Camkan ini: adalah mustahil mengharapkan hasil yang berbeda bila kita terus-menerus melakukan hal yang sama! Oleh karena itu milikilah keberanian untuk melakukan perubahan hidup.

Ingin menikmati mujizat dan berkat-berkat Tuhan? Berubahlah dan miliki hati yang taat!

Jesus bless you ! have a nice day!

Rabu, 01 Februari 2012

Apakah Anak Tuhan Boleh Merayakan Imlek?

Apakah Anak Tuhan Boleh Merayakan Imlek?



HAPPY CHINESE NEW YEAR 2563
Zhu Ni Xin Nian Kuai Le
xin nian kuai le.jpgNegara Tiongkok merupakan satu negara besar dengan latar belakang sejarah & kebudayaan yang panjang, berpenduduk padat, dan terdiri dari banyak suku bangsa dengan adat istiadat masing-masing. Ada beberapa perayaan penting yang dibawa turun temurun dan dipertahankan oleh orang-orang keturunan Tionghoa, termasuk yang ada di Indonesia, yaitu: Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, Ceng Beng, dan Pe Cun. Hari ini kita hanya akan membicarakan perayaan Tahun Baru Imlek & Cap Go Meh.

Tahun Baru Imlek
Sebenarnya, Imlek adalah hari raya panen, dan merupakan salah satu hari raya terpenting; menandai berakhirnya musim dingin untuk memasuki musim semi. Jadi Tahun Baru Imlek disebut juga Hari Raya Panen atau Hari Musim Semi.

Demikian pentingnya perayaan Imlek ini, sehingga satu minggu sebelumnya, orang-orang Tionghoa sudah mulai menyembah dewa dapur yang dipercaya mengontrol rejeki/keuangan keluarga. Mereka akan mempersembahkan makanan-makanan manis sebagai persembahan terbaik. Merekapun mulai mempersiapkan diri: membersihkan rumah, membeli barang-barang keperluan pribadi, kue-kue, dan sebagainya untuk menyambut Tahun Baru.

Jadi, sejak tanggal 23 sampai dengan tanggal 31 = malam Tahun Baru – menurut penanggalan Cina – orang Tionghoa sudah sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut Tahun Baru. Pada malam Tahun Baru mereka biasa berkumpul untuk makan malam bersama keluarga besar. Mereka akan memasang kembang api dan mercon. Lalu pada hari raya Imlek, mereka mengenakan baju baru warna merah, lalu berkunjung ke rumah orang tua, sanak keluarga, kerabat dan teman dekat.

Mitos Seputar Tahun Baru Imlek
    * Pasang mercon/petasan untuk mengusir roh-roh jahat;
    * Pasang kain merah dan kenakan baju merah untuk menakut-nakuti makhluk menakutkan bernama Nian = tahun yang suka makan manusia, serta roh-roh jahat lainnya.

Apakah setan takut pada warna merah? Tentu saja tidak! Bagi kita, orang Kristen, kebiasaan pasang kembang api & petasan, serta memakai baju merah hanyalah untuk sekedar menambah semarak perayaan Tahun Baru Imlek – bukan untuk mengusir roh jahat! Dia, yaitu Yesus Kristus yang ada di dalam saudara dan saya, jauh lebih besar daripada dia yang ada dalam dunia!

imlek.jpgUcapan Yang Lazim
Ucapan yang lazim dan akrab di telinga ialah Gong Xi Fa Cai yang berarti, “Selamat, semoga anda beroleh rejeki/kekayaan melimpah!” Bagaimana dengan kita, orang Kristen? Ucapan apa yang sebaiknya kita sampaikan?

Ada beberapa ucapan yang mungkin lebih baik dari sekedar mendoakan orang beroleh rejeki/kekayaan duniawi semata:
   1. Zhu Ni Xin Nian Kuai Le* = Selamat Tahun Baru Imlek & berbahagia selalu; atau
   2. Zhu Ni Fu Yu Ni* = Semoga anda diberkati Tuhan; atau
   3. Zhu Ni Shen Ti Yong Yuan Jian Kang* = Semoga anda sehat-sehat selalu!; atau
   4. Zhu Ni Xin Fu An Kang* = Semoga anda sehat-sehat dan apa yang kau perbuat berhasil!

*) Redaksi mohon maaf jika terdapat kesalahan eja. Terima kasih.

Perayaan Cap Go Meh
Begitu pentingnya Tahun Baru Imlek bagi orang Tionghoa, sehingga mereka merayakannya sejak tanggal 1 s/d tanggal 15 (penanggalan Cina) = perayaan Cap Go Meh. Tepat tanggal 15 itulah bulan purnama, dan pada hari itu mereka biasa makan ronde/onde, terbuat dari ketan berisi kacang. Ronde berbentuk bulat = lambang kesempurnaan.

Orang akan menggantungkan hiasan lampion warna-warni di rumah masing-masing. Sungguh pemandangan yang sangat indah.

Apakah Orang Kristen Boleh Merayakan Tahun Baru Imlek? BOLEH!
   1. Kita boleh merayakannya dengan hati penuh sukacita, sambil memandang hari itu
      sebagai hari baru yang baik yang diberikan Tuhan. Hari baru membawa
      pengharapan yang baru;
   2. Kita menyambut tahun baru Imlek dengan hati penuh ucapan syukur kepada
      Allah. Kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua semata-mata
      karena kemurahan dan pemeliharaan Tuhan;
   3. Kita hanya menyembah dan melayani Allah, Pencipta langit dan bumi –
      bukan ciptaan/buatan tangan manusia! Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa dan
      Maha Mengetahui.
   4. Sambil bersilaturahmi mengunjungi sanak keluarga di hari raya Imlek, sebagai
      anak Tuhan jangan kita lupa memberitakan Injil, yaitu kabar kesukaan
      kepada mereka!

Setiap adat istiadat memiliki sisi baik dan buruk. Yang baik dan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, kita terima. Dan menolaknya, jika bertentangan dengan Firman Tuhan. Saudara dan saya yang percaya kepada Tuhan adalah orang-orang yang sangat berbahagia sebab kita telah menerima kasih Yesus. Dia telah menyelamatkan dan meluputkan kita dari api neraka yang kekal, menjaga dan melindungi, sehingga dengan hati teguh kita akan senantiasa berharap dan mengandalkan Tuhan saja. Apapun terjadi, kita tetap percaya, berharap dan melekat kepadaNya.
Di tahun yang baru ini, mari kita saling mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada saudara dan saudari di dalam Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati saudara.