Kamis, 05 Januari 2012

BANGUNLAH, ANGKAT TILAMMU DAN BERJALAN

BANGUNLAH, ANGKAT TILAMMU DAN BERJALAN
Penyakit dan penderitaan sering melemahkan kita; bukan hanya fisik tetapi terlebih keyakinan iman kita. Makin lama kita sakit dan menderita, makin lemah iman kita. Apalagi orientasi untuk sembuh adalah pada sesuatu yang hanya berlangsung sewaktu-waktu; bukan pada keyakinan iman kepada Kristus.

Air kolam Betesda telah lama dipercaya oleh orang-orang Yahudi dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sebab dipahami bahwa ketika air itu bergoncang, itu tandanya malaikat Tuhan sedang turun. Siapa yang lebih dulu masuk kolam saat itu, ia akan sembuh. Tidak aneh jika di semua serambi dekat kolam tersebut banyak orang yang menderita berbagai penyakit sengaja diletakkan di situ. Yesus yang hadir saat itu di Yerusalem dalam rangka perayaan juga ikut mengunjungi kolam tersebut. Ia melihat seorang yang sudah sangat lama menderita,

yakni tiga puluh delapan tahun. Yesus tahu bahwa orang tersebut tidak bisa bergerak, hanya terbaring lemah, sehingga tidak mungkin akan masuk ke kolam Betesda. Melihat keadaan dan sikapnya yang pasrah, Tuhan Yesus pun menawarkan kesembuhan. Tuhan Yesus ingin memberi pemahaman baru bahwa ia pasti sembuh dengan hanya melakukan perintah-Nya. Maka Yesus pun memerintahkan dia untuk bangun, mengangkat tilamnya dan berjalan. Bila dengan yakin dia melakukan perintah Tuhan, dia pun sembuh. Kesembuhan yang dialami membuat dia bersaksi tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang melarangnya mengangkat tilam pada hari Sabat.

Jangan biarkan penyakit dan penderitaan melemahkan iman kita. Jangan juga menaruh harapan untuk sembuh pada sesuatu yang bersifat sementara. Beriman sungguh kepada Tuhan Yesus, dan lakukan firman-Nya maka apa pun sakit kita, pasti sembuh.

Yohanes 5 : 1-11

Rabu, 04 Januari 2012

BELAJARLAH UNTUK MENGERTI KEHENDAK ALLAH

BELAJARLAH UNTUK MENGERTI KEHENDAK ALLAH
Hidup tentram, nyaman dan damai serta di berkati Allah adalah dambaan setiap insan. Berbagai cara ditempuh oleh setiap insan untuk meraihnya. Tetapi tidak jarang kita gagal menemukan kebahagiaan, bila diperhadapkan dengan kebahagiaan menurut pandangan Tuhan. Tidak heran kita sering membohongi diri, pura-pura bahagia, tetapi sesungguhnya ketakutan dan kekecewaan lebih banyak kita jumpai.

Secara logis perbuatan kita tidak mampu membalas seluruh Anugerah dan Kasih Karunia Allah. Sehingga sangat tidak benar ketika orang muda itu berkata "apa yang harus aku perbuat?". Dalam benaknya bahwa dengan perbuatan ia akan mendapat hidup kekal. Karena apa yang Yesus perintahkan untuk dilakukan menurut kebiasaan keagamaannya telah ia lakukan. Ia pun menantang Yesus dengan mengatakan "Semua telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang" (ay.20).


Akhirnya satu hal yang Yesus ajukan diluar perkiraannya, yaitu juallah segala milikmu dan berikanlah kepada orang-orang miskin, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku (ay.21). Tantangan ini sungguh berat bagi dirinya, sehingga ia pergi dengan kecewa dan meninggalkan Yesus (ay.22).

Kita selalu takut memberikan yang paling berharga dalam hidup ini untuk sesama. Padahal yang Tuhan minta bukanlah nyawa kita, tetapi sesuatu yang masih dapat kita raih kembali, karena kita seringkali gagal menangkap maksud dan berkat-berkat Tuhan pada masa yang akan datang. Sehingga kita terjebak menjadi manusia munafik. Berbuat sedikit tapi menuntut hak lebih besar kepada Allah. Tanpa kita bisa menyerahkan apa yang akan menjadi milik kita kelak ke dalam keputusan Allah. Kita sadar Allah tidak buta dan tuli; Allah tidak bodoh dan lelah untuk melihat anak-anakNya yang menyerahkan hidupnya secara total kepada Dia. Karena hanya Dia yang akan menambahkan apa yang menjadi harapan kita.

Matius 19 : 16-22

Selasa, 03 Januari 2012

PERBUATAN TUHAN YANG BESAR

PERBUATAN TUHAN YANG BESAR
Ketika kita menerima sesuatu dari seseorang, kita akan mengucapkan terima kasih dan tidak mudah melupakan perbuatan baiknya kepada kita, apalagi sesuatu yang kita terima itu adalah hal yang sangat berarti. Setiap saat kita menerima perbuatan kasih Tuhan yang besar dalam hidup kita. Apakah kualitas ucapan terima kasih kita kepada sesama itu sama atau melebihi kualitas ucapan terima kasih kita kepada Tuhan?

Pe-mazmur mengingatkan kita melalui pembacaan ini untuk bersorak-sorai memuji perbuatan kasih Tuhan bagi kita. Kualitas pujian yang dinaikkan itu perlu disertai dengan hati yang penuh dengan sukacita, karena sorak-sorai atau pujian kepada Tuhan bukan hanya menunjuk pada perbuatan Tuhan di masa lampau namun juga menunjuk pada perbuatan Tuhan yang sementara Dia lakukan bagi kita saat ini dan yang akan Ia lakukan pada masa mendatang. Bagiamana perasaan kita ketika kita menerima sesuatu yang berharga dan berharap akan menerimanya? Tentu kita akan bersukacita. Perasaan inilah yang perlu mewarnai setiap pujian kita kepada Tuhan.

Perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar juga dapat kita rasakan bukan hanya ketika kita mengalami hal yang menyenangkan namun sebaliknya dalam pergumulan kita, kita dapat merasakan dan melihat perbuatan Tuhan yang besar itu. Dengan demikian ketika kita mengalami pergumulan berat, kita diingatkan untuk merasakan dan menantikan perbuatan tangan Tuhan bagi kita. Pertolongan-Nya tepat pada waktunya, itulah juga yang dialami bangsa Israel dalam pengembaraan mereka.

Kita diingatkan juga pada panggilan sebagai umat Tuhan yang telah merasakan perbuatan Tuhan yang besar yang besar itu, untuk memperkenalkan perbuatan dan kasih Tuhan bagi sesama di mana saja kita berada.

Mazmur 66 : 1-4

Senin, 02 Januari 2012

ORANG PERCAYA MILIK YESUS

  • ORANG PERCAYA MILIK YESUS
    Ciri kehidupan kristiani adalah selalu mewujud nyatakan kasih Allah, dimanapun dan dalam segala situasi. Yesus mengungkapkan kebenaran tentang hidup kristiani yaitu percaya kepada-Nya. Percaya berarti ada penyerahan diri total kepada Yesus. Inilah hal utama yang harus dipahami karena setelah mengenal Yesus, setiap orang akan mengenal Allah. Dengan demikian orang percaya dapat memahami pekerjaan Allah melalui Yesus.

    Memahami pekerjaan Yesus yang adalah pekerjaan Allah, orang percaya diingatkan tentang hubungan khusus dengan Kristus, sebagaimana hubungan Bapa dan Yesus. Yesus mengatakan suatu kepastian kepemilikan bahwa orang percaya diberikan Bapa kepada-Nya dan yang diberikan itu mendapat jaminan bahwa mereka tidak akan hilang, inilah kehendak Allah yang telah mengutus Yesus, milik kepunyaan-Nya tidak akan ada yang hilang seorang pun tetapi supaya mereka dibangkitkan pada akhir zaman dan memperoleh hidup kekal. Yesus menawarkan kehidupan saat ini dalam perlindungan-Nya bahkan hidup yang kekal bersama-Nya. Inilah hubungan yang sangat dalam, yang diberikan secara langsung oleh Yesus kepada mereka yang percaya kepada-Nya.

    Banyak orang sudah melihat secara nyata perbuatan Allah melalui Yesus tetapi mereka tetap tidak percaya. Yesus menunjukkan kasih Allah di dalam diri-Nya bahwa yang datang kepada-Nya tidak akan Ia buang, tidak akan hilang. Allah menghargai ciptaan-Nya dan menghendaki kebaikan semata. Karena kebaikan-Nya, Allah berinisiatif datang menjumpai manusia dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Kasih Allah yang luar biasa itu telah mengalahkan apapun sehingga pekerjaan utama-Nya di dalam Anak-Nya adalah supaya jangan ada seorangpun yang hilang tetapi memperoleh kehidupan yang kekal.

    Yohanes 6 : 37-40

    Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

Minggu, 01 Januari 2012

Orang Benar Hidupnya Dijamin Tuhan

  • Orang Benar Hidupnya Dijamin Tuhan
    "Tuhan mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;" Mazmur 37:18

    Seiring berjalannya waktu keadaan dunia semakin hari semakin berubah secara drastis. Teknologi semakin mutakhir sehingga persaingan antar individu kian ketat. Oleh karena itu tiap orang harus bisa meng-upgrade dirinya begitu rupa bila tidak ingin tertinggal. Karena tingginya tingkat persaingan yang ada, timbullah ketegangan-ketegangan yang mengakibatkan manusia mulai kehilangan jati dirinya. Banyak orang tidak lagi mengindahkan norma-norma yang ada, yang penting bisa survive! Bahkan tidak sedikit anak Tuhan yang akhirnya terbawa oleh arus dunia ini. Mereka beranggapan apabila tidak mengikuti arus yang ada mereka tidak akan berhasil. Padahal Tuhan menghendaki agar kita berani hidup melawan arus dunia, artinya tidak terbawa arus. Alkitab mengatakan, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:..." (Roma 12:2). Jadi kita harus bisa cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

    Ada yang perlu digarisbawahi, yaitu bahwa kehidupan orang benar ada dalam jaminan Tuhan, sebab "Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;" (Mazmur 37:23). Ini berarti hidup mereka diberkati oleh Tuhan. Ingin berbahagia dan diberkati Tuhan? Andalkan Tuhan dalam segala hal dan berharaplah hanya kepada-Nya (baca Yeremia 17:7). Oleh karena itu kita tidak perlu takut atau gelisah akan hari esok dan masa depan kita sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan (baca Yeremia 29:11). Bagi orang benar Salomo menegaskan, "...masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18). Bukan hanya masa depan kita yang dijamin, Dia juga akan menyertai setiap langkah hidup kita. Dikatakan, "apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya." (Mazmur 37:24).

    Jadi wujud penyertaan Tuhan tidak hanya berupa pertolongan pada waktu kita menghadapi persoalan, tetapi Dia juga akan meluputkan kita dari marabahaya. Jangan sekali-sekali berharap dan bergantung pada kekayaan yang kita miliki, karena harta di dunia ini hanya bersifat sementara dan dapat lenyap dalam sekejap.

    Asal kita hidup benar, berkat dan penyertaan Tuhan pasti nyata.

    Baca: Mazmur 37:12-26

    HAPPY NEW YEAR 2012. GOD BLESS US FOREVER.