"Demikian juga suami harus mengasihi istrinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri." Efesus 5: 28
Kali ini untuk para suami, ingatkah para suami ketika pertama kali anda bertemu dan kemudian jatuh cinta kepada istri anda. Seberapa besarkah kasih anda kepadanya? Kemudian ingatkah anda ketika kalian berlutut di depan altar dan menyatakan bahwa anda akan saling mengasihi sampai maut menjemput? Suatu masa yang sangat indah sekali dan rasa–rasanya tidak mau dilampaui dengan begitu saja.
Tapi, bagaimana dengan sekarang? Masihkah kasih itu? Apakah besar dan kadar kasih anda kepada istri masih seperti dahulu? Firman Tuhan mengingatkan kepada para suami agar para suami mengasihi istrinya seperti tubuhnya sendiri? Tidak ada satupun di antara kita yang tidak mengasihi tubuhnya sendiri, tidak juga para suami; jadi kalau suami mengasihi tubuhnya sendiri, dia harus juga mengasihi istrinya, karena firman Tuhan berkata, Siapa yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri. (Efesus 5 : 28b).
Untuk itu, mulai hari ini, kembalilah kepada kasih yang mula – mula dari suami kepada istri. Jangan mencari alasan mengapa suami mulai mengurangi atau bahkan tidak mengasihi istri lagi, tapi carilah alasan mengapa suami harus mengasihi istri, dan alasannya jelas, karena Firman Tuhan mengajarkan kepada pada suami untuk mengasihi istrinya.
Bagaimana dengan para istri? Coba perhatikan, ayat di atas didahului dengan kata “demikian juga.” Apakah artinya? Rupanya hal yang sama ditujukan kepada para istri juga. Jadi baiklah, suami istri hendaklah saling mengasihi, mulai hari ini sampai selama lamanya. Tuhan Yesus memberkati. (ADS)
Doa: Terima kasih Tuhan, renungan hari ini mengingatkan aku sebagai suami untuk mengasihi istriku karena dengan demikian aku mengasihi diriku sendiri. Amin.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Kamis, 05 Mei 2011
Rabu, 04 Mei 2011
HIDUP yang SEIMBANG
Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik. “Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dengan lima bola yang dilempar melayang ke udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan: 1) Pekerjaan/karir. 2) Keluarga. 3) Kesehatan. 4) Sahabat. 5) Semangat. Anda harus menjaga semua bola tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan anda melepaskan salah satu di antara ke lima bola tersebut, lepaskanlah pekerjaan karena pekerjaan adalah bola karet. Pada saat anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun empat bola lain: keluarga, kesehatan, sahabat dan semangat adalah bola kaca. Jika anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!
Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup seimbang. Namun pada kenyataannya kita terlalu menjaga pekerjaan yang adalah bola karet. Kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut. Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan. Demi uang dan pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat yang telah kita bangun bertahun-tahun lamanya.
Pekerjaan memang penting, namun jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi berhala dalam hidup kita. Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang, kita masih bisa mencarinya lagi. Tapi jika keluarga sudah pecah dan hancur, kemana kita membelinya?
Jagalah prioritas hidup anda tetap seimbang, utamakan Tuhan dan keutuhan keluarga. (emai)l
Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup seimbang. Namun pada kenyataannya kita terlalu menjaga pekerjaan yang adalah bola karet. Kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut. Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan. Demi uang dan pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat yang telah kita bangun bertahun-tahun lamanya.
Pekerjaan memang penting, namun jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi berhala dalam hidup kita. Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang, kita masih bisa mencarinya lagi. Tapi jika keluarga sudah pecah dan hancur, kemana kita membelinya?
Jagalah prioritas hidup anda tetap seimbang, utamakan Tuhan dan keutuhan keluarga. (emai)l
Senin, 02 Mei 2011
Cinta dan Kasih
Cinta dan Kasih
Cinta itu sebuah jalan yang penuh misteri datang dan pergi tanpa permisi tak perlu di cari karena akan datang sendiri. Cinta tidak dapat di beli karena cinta tidak bisa di hargai. Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen… perasaan bisa datang datang dan pergi begitu saja..
Cinta itu akan lahir dengan sendirinya kapanpun dan dimanapun dan bisa dengan siapa saja. Cinta tak harus berakhir bahagia karena cinta tidak bisa di paksakan. Biarlah berlalu karena jika di paksa cinta itu layaknya bom waktu yang bisa kapan saja meledak menjadi kebencian.
Tuhan tidak akan pernah membiarkan anda sendiri, cinta akan datang kembali kepada anda entah itu dari orang yang pernah anda cinta ataupun dari seorang yang lain.
Cinta itu bersemayam di dalam hati, jika hati anda penuh dengan kasih, cinta tak akan pernah hilang dari diri anda.
Kasih itu sabar..
Kasih tidak cemburu
Kasih menerima apa yang ada dan memberi apa yang ada
Kasih itu murah hati bukan murah cinta
Kasih itu rendah hati bukan merendahkan cinta
Kasih itu mengampuni dan memaafkan
Kasih adalah cinta sejati karena berasal dari Tuhan.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti, cintailah mereka dengan kasih karena kasih seperti sungai yang mengalir selamanya tak pernah berhenti. Tanamkan kasih sejak awal anda mencinta maka cinta itu tidak akan pernah hilang dari diri anda.
Sebab ada tiga hal yang terpenting dalam hidup ini yaitu iman, pengharapan dan kasih dan yang terbesar di antaranya adalah kasih. (1 Korintus 13:13) ~Yobel~
Mata
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia. Tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Lukas 24:28-32
Di suatu sore yang dingin di Virginia bagian utara, seorang tua sedang berdiri di tepi jalan menunggu tumpangan ke seberang sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Samar-samar ia mendengar suara hentakan kaki-kaki kuda-kuda yang mendekat. Ia mengawasi para penunggang kuda tersebut satu persatu.
Ada yang kemudian memutar di tikungan. Ada yang lewat begitu saja. Sementara orang tua itu hanya diam mengawasi saja. Akhirnya penunggang kuda terakhir mendekatinya. Dan saat ia menatap ke mata si penunggang kuda, ia berkata, "Maukah Anda memberi tumpangan ke seberang ?" "Tentu, naiklah," jawab si penunggang kuda.
Maka naiklah si orang tua. Kemudian si penunggang kuda bukan hanya menyeberangkan saja, melainkan mengantarkannya sampai ke rumah. Menjelang sampai ke rumah orang tua itu, si penunggang kuda bertanya, "Pak, mengapa Anda membiarkan penunggang kuda yang lain itu lewat begitu saja tanpa meminta tumpangan ?" Jawab si orangtua, "Saya sudah lama tinggal disini. Dengan memandang mata mereka saya sudah tahu jawaban apa yang saya akan dapatkan. Tetapi waktu saya melihat ke mata Anda, kebaikan hati dan rasa kasih Anda terlihat jelas.
Ada kelembutan dalam jiwamu. Itulah sebabnya saya meminta tumpangan kepada Anda."
Cerita di atas adalah kisah yang dialami oleh Thomas Jefferson si penunggang kuda. Ingatlah bahwa kasih dan kebaikan hati bisa dilihat dari pancaran mata seseorang. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengingatkan kita,"Matamu adalah pelita tubuhmu, jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu." (Lukas 11:34-36). (YM-Wasiat Rohani)
Di suatu sore yang dingin di Virginia bagian utara, seorang tua sedang berdiri di tepi jalan menunggu tumpangan ke seberang sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Samar-samar ia mendengar suara hentakan kaki-kaki kuda-kuda yang mendekat. Ia mengawasi para penunggang kuda tersebut satu persatu.
Ada yang kemudian memutar di tikungan. Ada yang lewat begitu saja. Sementara orang tua itu hanya diam mengawasi saja. Akhirnya penunggang kuda terakhir mendekatinya. Dan saat ia menatap ke mata si penunggang kuda, ia berkata, "Maukah Anda memberi tumpangan ke seberang ?" "Tentu, naiklah," jawab si penunggang kuda.
Maka naiklah si orang tua. Kemudian si penunggang kuda bukan hanya menyeberangkan saja, melainkan mengantarkannya sampai ke rumah. Menjelang sampai ke rumah orang tua itu, si penunggang kuda bertanya, "Pak, mengapa Anda membiarkan penunggang kuda yang lain itu lewat begitu saja tanpa meminta tumpangan ?" Jawab si orangtua, "Saya sudah lama tinggal disini. Dengan memandang mata mereka saya sudah tahu jawaban apa yang saya akan dapatkan. Tetapi waktu saya melihat ke mata Anda, kebaikan hati dan rasa kasih Anda terlihat jelas.
Ada kelembutan dalam jiwamu. Itulah sebabnya saya meminta tumpangan kepada Anda."
Cerita di atas adalah kisah yang dialami oleh Thomas Jefferson si penunggang kuda. Ingatlah bahwa kasih dan kebaikan hati bisa dilihat dari pancaran mata seseorang. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengingatkan kita,"Matamu adalah pelita tubuhmu, jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu." (Lukas 11:34-36). (YM-Wasiat Rohani)
Minggu, 01 Mei 2011
Kekuatan Manusia
Saya punya seorang teman, sebut saja namanya Sapta. Seorang yang punya tekad baja dan pantang menyerah. Bila ia telah menetapkan satu cita-cita, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Kegagalan tidak menghalanginya untuk terus mencoba sampai ia mendapatkan keberhasilan. Ia bukan seorang yang mudah putus asa. Tetapi satu waktu saya menjumpainya duduk termenung dalam kesedihan yang mendalam, persis seperti seorang prajurit yang kalah perang. Saya tidak lagi menjumpai semangatnya yang luarbiasa. Ia bahkan kehilangan kepercayaan dirinya. Saya bertanya, “Apa yang terjadi?” Sapta menjawab, “Kali ini aku menyerah.” Ia tidak pernah mau memberitahukan persoalannya, ia hanya terus berucap, “Aku menyerah, hancur....” Tidak ada gunanya lagi bertanya.
Sebuah contoh betapa rapuhnya kekuatan manusia. Betapa pun hebat dan kuatnya manusia, ia tetap ciptaan yang punya keterbatasan. Dan bila manusia telah melewati batas kemampuannya dengan mudah ia akan menyerah. Menyadari keterbatasan saya sebagai manusia saya harus berterimakasih kepada Tuhan karena firman-Nya berkata:
Kita memang perlu jadi orang yang punya tekad baja dan pantang menyerah, tetapi kita juga perlu kenali keterbatasan kita sebagai manusia. Pengenalan yang benar akan keterbatasan kita akan mendatangkan sikap hidup yang bergantung pada Tuhan. Tuhan itu baik, Ia siap menolong Anda hari ini.
Doa: Tuhan Yesus kekuatanku sebagai manusia terbatas. Aku mau belajar mengandalkan Engkau dalam segala perkara. Amin.
Sebuah contoh betapa rapuhnya kekuatan manusia. Betapa pun hebat dan kuatnya manusia, ia tetap ciptaan yang punya keterbatasan. Dan bila manusia telah melewati batas kemampuannya dengan mudah ia akan menyerah. Menyadari keterbatasan saya sebagai manusia saya harus berterimakasih kepada Tuhan karena firman-Nya berkata:
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13)
Kita semua tentu pernah mengalami kemenangan melewati pencobaan. Suatu pengalaman yang sungguh indah, yang tidak terlupakan ketika tangan perkasa Tuhan memberikan kepada kita jalan keluar. Tetapi coba satu kali saja Anda bayangkan apa yang akan terjadi dengan dirimu seandainya Tuhan mengizinkan iblis datang mencobaimu tanpa batas. Pasti Anda akan hancur, itu yang terjadi pada Sapta. Syukur kepada Tuhan karena Ia tidak pernah melakukannya. Sampai hari ini Tuhan tetap menahan pencobaan yang datang pada kita agar tidak melebihi kekuatan kita. Tidak hanya itu saja Ia pun kemudian memberikan kepada kita jalan keluar. Kita memang perlu jadi orang yang punya tekad baja dan pantang menyerah, tetapi kita juga perlu kenali keterbatasan kita sebagai manusia. Pengenalan yang benar akan keterbatasan kita akan mendatangkan sikap hidup yang bergantung pada Tuhan. Tuhan itu baik, Ia siap menolong Anda hari ini.
Doa: Tuhan Yesus kekuatanku sebagai manusia terbatas. Aku mau belajar mengandalkan Engkau dalam segala perkara. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)