“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17 :17)
Teman atau sahabat adalah seseorang yang cocok dan dapat mengikuti dan dapat menikmati sebuah atau beberapa minat yang sama. Maksud saya bukan minat memakai dan menjual narkoba atau menonton dvd porno. Teman adalah seseorang yang mendukung anda bilamana diperlukan. Bukan mendukung anda jadi gigolo dan menjadi simpanan suami orang maksudnya. Menjadi teman memungkingkan seseorang bebas memilih dan terbang kesana kemari dan menemukan pengalaman baru. Bersahabat merupakan bentuk pertemanan yang lebih dalam dengan memiliki sebuah ikatan yang bial persahabatan itu tidak sehat, acap kali membuat anda tak bisa terbang. Kalaupun bisa terbang, terbang tak bisa tinggi karna satu kakinya terikat. Dan itu akan menyengsarakan kedua pihak. Baik yang mau terbang dan yang mau mengikat kaki yang terbang (Samuel Mulia, kompas 2006).
Dalam dunia ini kita harus hati-hati untuk menjalin persahabatan. Banyak kisah menceritakan bahwasanya tidak jarang sebuah persahabatan berakhir dengan tragis. Penyebabnya macam-macam: tidak peduli, cuek, fitnah, lalai, gosip bahkan pengkhianatan. Ada orang banyak sahabat di saat sukses dan kaya. Salomo katakan:”….Tetapi sahabat orang kaya banyak “ (Amsal 14:20).
Sesungguhnya sahabat yang baik dan sejati dapat kita lihat di saat kita menghadapi masalah, persoalan dan berbagai macam kesakitan dan tantangan hidup, mereka tetap baik bahkan selalu memberikan dorongan dan ketaatan kepada kita. Seorang sahabat yang sejati lebih dari keluarga sendiri. Firman Allah tuliskan: “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari saudara” (Amsal 18:24). Akhirnya, kita harus hati-hati dalam menjalin persahabatan. Yakobus katakan:”….Tidakkah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah.”(Yakobus 4:4).(DR)
Doa: Tuhan Yesus, biarlah Roh Kudus menuntunku untuk menemukan & membangun sebuah persahabatan sejati dengan orangl lain. Amin.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Senin, 11 April 2011
Minggu, 10 April 2011
PRIA dan WANITA BERBEDA
Ketika wanita sudah bicara panjang lebar dan pria hanya menjawab ‘Hmm’, emosi wanita biasanya langsung naik dan stres karena merasa tidak dianggap atau dihargai. Gejala itu kemudian diberi istilah Guy Attention Deficit Syndrome (GADS) yang membuat pria hanya diam saat wanita berbicara. Komunikasi adalah masalah penting dalam sebuah hubungan. Banyak wanita yang mengeluhkan pasangan prianya menderita gejala GADS karena tidak memberikan perhatian atau tanggapan saat berkomunikasi dengannya. Jika anda sedang berbicara dengan pria dan hanya mendapatkan tanggapan ‘hmm’ tanpa ada kalimat yang terucap dari mulutnya, jangan salahkan pria itu. Pria bukannya tidak mendengar apa yang diucapkan wanita, tapi memang begitulah cara pria mendengar wanita.
Menurut peneliti dari University of Sheffield, Inggris, otak pria tidak akan langsung terhubung pada saat wanita berbicara. Pria dan wanita punya struktur otak yang berbeda dalam mendengarkan sesuatu. Pria menggunakan bagian otak primitifnya saat memproses suara wanita, yaitu bagian otak yang berfungsi untuk memilih. Jadi bukan karena pria tidak peduli dengan apa yang diucapkan wanita, tapi memang struktur otaknya yang membuat pria lebih lama dalam mencerna omongan wanita.
Peneliti pernah melakukan tes dengan memutarkan rekaman suara wanita dan pria pada sebuah grup pria. Selama mendengarkan rekaman tersebut, otak partisipan di-scan menggunakan alat MRI. Dan hasilnya ternyata pria menggunakan bagian otak yang berbeda saat mendengar suara pria dan wanita. “Pria memproses suara wanita di bagian otak yang sama saat mendengarkan musik. Hal ini dikarenakan suara wanita lebih kompleks dan punya kekuatan melodi yang lebih besar. Jadi jika pria mendengar wanita berbicara, ia perlu menganalisanya lebih lama untuk mengetahui maksud ucapannya,” ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Thirdage, Jum’at (11/12/2009).
Dengan kata lain, ketika seorang wanita berbicara dan pria tidak menanggapinya, bukan berarti si pria tidak mendengarkan ucapan wanita, tapi ia hanya perlu waktu untuk menerjemahkan bahasa ‘melodi’ yang ia tangkap di bagian otaknya yang berbeda. “Itulah sebabnya mengapa lima menit setelah wanita selesai bicara, pria baru mengerti apa yang dibicarakan si wanita,” tambahnya.
Jadi jika para wanita mengeluh susah berkomunikasi dengan pria, mungkin riset ini bisa membantu menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Jangan lupa menenangkan hati wanita yang sedang marah atau stres dengan mengatakan, “Sayang, suara kamu bagaikan musik di telingaku. Bukannya saya tidak mendengarkan ucapanmu, tapi simfoni itu membuat saya tidak bisa mendengar kata-katamu.” (email)
Menurut peneliti dari University of Sheffield, Inggris, otak pria tidak akan langsung terhubung pada saat wanita berbicara. Pria dan wanita punya struktur otak yang berbeda dalam mendengarkan sesuatu. Pria menggunakan bagian otak primitifnya saat memproses suara wanita, yaitu bagian otak yang berfungsi untuk memilih. Jadi bukan karena pria tidak peduli dengan apa yang diucapkan wanita, tapi memang struktur otaknya yang membuat pria lebih lama dalam mencerna omongan wanita.
Peneliti pernah melakukan tes dengan memutarkan rekaman suara wanita dan pria pada sebuah grup pria. Selama mendengarkan rekaman tersebut, otak partisipan di-scan menggunakan alat MRI. Dan hasilnya ternyata pria menggunakan bagian otak yang berbeda saat mendengar suara pria dan wanita. “Pria memproses suara wanita di bagian otak yang sama saat mendengarkan musik. Hal ini dikarenakan suara wanita lebih kompleks dan punya kekuatan melodi yang lebih besar. Jadi jika pria mendengar wanita berbicara, ia perlu menganalisanya lebih lama untuk mengetahui maksud ucapannya,” ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Thirdage, Jum’at (11/12/2009).
Dengan kata lain, ketika seorang wanita berbicara dan pria tidak menanggapinya, bukan berarti si pria tidak mendengarkan ucapan wanita, tapi ia hanya perlu waktu untuk menerjemahkan bahasa ‘melodi’ yang ia tangkap di bagian otaknya yang berbeda. “Itulah sebabnya mengapa lima menit setelah wanita selesai bicara, pria baru mengerti apa yang dibicarakan si wanita,” tambahnya.
Jadi jika para wanita mengeluh susah berkomunikasi dengan pria, mungkin riset ini bisa membantu menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Jangan lupa menenangkan hati wanita yang sedang marah atau stres dengan mengatakan, “Sayang, suara kamu bagaikan musik di telingaku. Bukannya saya tidak mendengarkan ucapanmu, tapi simfoni itu membuat saya tidak bisa mendengar kata-katamu.” (email)
Ganti Rugi
"Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia terhadap TUHAN, dan memungkiri terhadap sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya, …. atau apabila ia telah melakukan pemerasan atas sesamanya, …. haruslah ia memulangkan barang …. yang telah dipercayakan …. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima. Imamat 6: 2 – 5
Salah satu kebutuhan penting manusia adalah “kebutuhan dimiliki dan cinta (belonging and love)”, bahkan Abraham Maslow membagi cinta dalam dua jenis yaitu Deficiency love (D-love) dan Being love (B-Love). Ketika manusia merasakan kekurangan atau bahkan kehilangan, dorongan untuk mencintai sesuatu yang tidak dimilikinya, itulah yang disebut D-love. Prinsipnya cinta jenis ini lebih berorientasi pada ‘apa yang bisa diperoleh’ daripada apa yang bisa ia berikan (egocentrism). Dalam tingkat pemenuhan kebutuhan yang wajar, kondisi ini tidak menimbulkan masalah, tetapi jika hati sudah dikuasai oleh hawa nafsu, maka situasi ini bisa menyebabkan dosa (Yak.1:14-15 ; 1 Tim.6:9
). Kita tentu tidak akan lupa dengan peristiwa Akhan dalam Kitab Yosua, yang karena perbuatannya menyembunyikan apa yang bukan miliknya, ia dan seluruh keluarga serta hartanya, dibakar hidup-hidup di lembah Akhor. Allah memandang dosa ini sebagai penghinaan atas pemberian-pemberian-Nya, yang diawali dengan rasa tidak pernah cukup (insufficient need). Kurang puasnya individu terhadap apa yang telah dimilikinya, juga telah menjerumuskan Adam dan Hawa ke dalam dosa yang memisahkan mereka dengan Allah.
Jadi apabila firman Tuhan diatas datang kepada kita hari ini, sadarilah bahwa mengontrol niat harus terus dilakukan, karena Allah tidak pernah salah memberi, baik dari segi waktu maupun porsi. Tindakan memiliki lebih dari apa yang sewajarnya kita terima, selain merusak hubungan kita dengan Tuhan, juga secara horizontal merusak hubungan kita dengan sesama. Padahal Allah menciptakan manusia dengan kelengkapan cinta bukan dengan orientasi egocentric (D-Love), melainkan B-love, yaitu cinta yang tidak memanfaatkan orang lain untuk kepentingan kita, tetapi yang sebaliknya didasarkan oleh penilaian mengenai orang lain apa adanya, mementingkan hubungan baik, dan yang dalam bahasa Alkitab disebut dengan cinta yang bisa memberi serta berbagai.
Maka kita tidak akan menderita kerugian dengan harus menambah seperlima sebagai biaya denda, sebaliknya Jumlah itu mungkin menjadi bagian berkat yang Tuhan berikan untuk kita.(HJVDK)
Doa: Tuhan ajarku untuk terus dapat mengontrol diri sehingga aku tidak mengambil lebih dari apa yang sewajarnya aku terima. Amin.
Salah satu kebutuhan penting manusia adalah “kebutuhan dimiliki dan cinta (belonging and love)”, bahkan Abraham Maslow membagi cinta dalam dua jenis yaitu Deficiency love (D-love) dan Being love (B-Love). Ketika manusia merasakan kekurangan atau bahkan kehilangan, dorongan untuk mencintai sesuatu yang tidak dimilikinya, itulah yang disebut D-love. Prinsipnya cinta jenis ini lebih berorientasi pada ‘apa yang bisa diperoleh’ daripada apa yang bisa ia berikan (egocentrism). Dalam tingkat pemenuhan kebutuhan yang wajar, kondisi ini tidak menimbulkan masalah, tetapi jika hati sudah dikuasai oleh hawa nafsu, maka situasi ini bisa menyebabkan dosa (Yak.1:14-15 ; 1 Tim.6:9
Jadi apabila firman Tuhan diatas datang kepada kita hari ini, sadarilah bahwa mengontrol niat harus terus dilakukan, karena Allah tidak pernah salah memberi, baik dari segi waktu maupun porsi. Tindakan memiliki lebih dari apa yang sewajarnya kita terima, selain merusak hubungan kita dengan Tuhan, juga secara horizontal merusak hubungan kita dengan sesama. Padahal Allah menciptakan manusia dengan kelengkapan cinta bukan dengan orientasi egocentric (D-Love), melainkan B-love, yaitu cinta yang tidak memanfaatkan orang lain untuk kepentingan kita, tetapi yang sebaliknya didasarkan oleh penilaian mengenai orang lain apa adanya, mementingkan hubungan baik, dan yang dalam bahasa Alkitab disebut dengan cinta yang bisa memberi serta berbagai.
Maka kita tidak akan menderita kerugian dengan harus menambah seperlima sebagai biaya denda, sebaliknya Jumlah itu mungkin menjadi bagian berkat yang Tuhan berikan untuk kita.(HJVDK)
Doa: Tuhan ajarku untuk terus dapat mengontrol diri sehingga aku tidak mengambil lebih dari apa yang sewajarnya aku terima. Amin.
Sabtu, 09 April 2011
SELAMAT PAGI TUHAN
Tuhan pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagiMu, dan aku menunggu-nunggu. Mazmur 5:4 Apa yang kamu lakukan begitu terbangun pada pagi hari? Banyak orang memulai hari baru dalam kehidupannya dengan tergesa-gesa, tanpa terencana atau seperti mesin yang langsung bekerja dengan tombol ON di tekan. Ada juga yang malah bingung mau bikin apa hari itu, sehingga bengong di tempat tidur.
Sebuah stiker Kristiani berbunyi:”Selaraskan jiwamu kepada Tuhan sebelum konser kehidupan hari ini dimulai.” Adakah kita menyadari bahwa hidup kita tiap-tiap hari bagaikan sebuah konser musikal dengan kita terlibat sebagai salah satu pemain musiknya? Biasanya para pemain orkestra dengan sangat teliti dan cermat mempersiapkan diri dengan baik menghadapi hari pementasan konser. Latihan demi latihan pasti telah dijalani. Alat-alat musik diperiksa dan diselaraskan supaya akurat dan harmonis. Bagaimana dengan kita?
Kalau kita mengakui bahwa Tuhan adalah Pencipta, Pengatur dan Pemelihara alam semesta, maka tiap-tiap hari dalam kehidupan kita, tidak terlepas dari pengetahuan dan pemeliharaanNya. Tuhan mempunyai rencana tiap-tiap hari dalam hidup kita. Dan sebagai anak-anakNya kita harus menaati dengan segenap hati. Ibaratnya Tuhan adalah Komposer Agung dan kita adalah para pemain musik. Setiap komando dari Sang Komposer Agung itu harus diketahui dan dilaksanakan demi terciptanya musik yang indah dan merdu.
Kalau kita mau menyelaraskan jiwa kita dengan Tuhan setiap pagi, maka kita akan mengalami bahwa sepanjang hari kita akan mengalami penyertaan yang indah. Dengan bersaat teduh, membaca Firman Tuhan dan berdoa, kita disiapkan oleh Tuhan sebelum mengarungi samudera kehidupan hari itu. Beberapa menit bersama Tuhan di pagi hari akan menentukan kehidupan sepanjang hari itu. Awalilah hari inidengan mengatakan “Selamat pagi Tuhan”. (DR)
Doa: Tuhan pagi hari ini hatiku rindu bersekutu denganMu. Bahkan untuk setiap pagi yang Engkau berikan. Amin.
Sebuah stiker Kristiani berbunyi:”Selaraskan jiwamu kepada Tuhan sebelum konser kehidupan hari ini dimulai.” Adakah kita menyadari bahwa hidup kita tiap-tiap hari bagaikan sebuah konser musikal dengan kita terlibat sebagai salah satu pemain musiknya? Biasanya para pemain orkestra dengan sangat teliti dan cermat mempersiapkan diri dengan baik menghadapi hari pementasan konser. Latihan demi latihan pasti telah dijalani. Alat-alat musik diperiksa dan diselaraskan supaya akurat dan harmonis. Bagaimana dengan kita?
Kalau kita mengakui bahwa Tuhan adalah Pencipta, Pengatur dan Pemelihara alam semesta, maka tiap-tiap hari dalam kehidupan kita, tidak terlepas dari pengetahuan dan pemeliharaanNya. Tuhan mempunyai rencana tiap-tiap hari dalam hidup kita. Dan sebagai anak-anakNya kita harus menaati dengan segenap hati. Ibaratnya Tuhan adalah Komposer Agung dan kita adalah para pemain musik. Setiap komando dari Sang Komposer Agung itu harus diketahui dan dilaksanakan demi terciptanya musik yang indah dan merdu.
Kalau kita mau menyelaraskan jiwa kita dengan Tuhan setiap pagi, maka kita akan mengalami bahwa sepanjang hari kita akan mengalami penyertaan yang indah. Dengan bersaat teduh, membaca Firman Tuhan dan berdoa, kita disiapkan oleh Tuhan sebelum mengarungi samudera kehidupan hari itu. Beberapa menit bersama Tuhan di pagi hari akan menentukan kehidupan sepanjang hari itu. Awalilah hari inidengan mengatakan “Selamat pagi Tuhan”. (DR)
Doa: Tuhan pagi hari ini hatiku rindu bersekutu denganMu. Bahkan untuk setiap pagi yang Engkau berikan. Amin.
Jumat, 08 April 2011
Kasihilah Sesamamu Manusia
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" Lukas 10:29 SALAH satu halangan bagi pertumbuhan kekristenan adalah dalam hubungan dengan sesama. Ironis sekali bila kita mengaku mengasihi Yesus tetapi mengabaikan sesama. Ini nampak dalam kisah orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho dan dirampok serta dipukuli. Ini dikisahkan Yesus untuk menjawab pertanyaan ahli Torat: Siapakah sesamaku manusia?(Luk 10:29
)
LEWATLAH Imam dan orang Lewi. Tetapi keduanya, "melewati dari seberang jalan." Apa artinya? Adalah tidak berguna bila kita menjadi Kristen karena sebutan. Prakteknya? Menghindari seseorang yang seharusnya kita tolong. Bila kita memisahkan diri, menghindari, meninggalkan bahkan mengata-ngatai orang yang seharusnya kita tolong kita adalah orang Kristen yang mengenal siapa sesama kita.
PAULUS berkata agar kita dengan rendah hati, "menganggap orang lain lebih utama dari diri kita sendiri(Fil2:3)." Dalam kisah di atas akhirnya datang seorang Samaria yang datang menolong, menyiramkan anggur, meminyaki dan membebat, menaikkan ke atas keledainya serta merawat orang yang malang itu. Semuanya adalah kata-kata yang aktif.
Yesus bertanya: "Dari ketiga orang itu siapakah seama manusia bagi orang yang jatuh ketangan penyamun? Ahli Torat: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya."
APAKAH hidup kita hanya pelayanan tampil? Untuk dilihat dan didengar orang? Atau pelayanan perbuatan. Tidak masalah orang menjelekkan kita sebagai orang Samaria(-), asalkan pelayan kita berguna bagi sesama(+). Yesus, adalah gambaran orang Samaria yang baik hati itu berkata: "Pergilah dan perbuatlah demikian!"
TAK ada gunanya kita hanya membaca renungan ini, tetapi pergilah, tolonglah sesama. Milikilah pelayanan orang Samaria. Yesus berkata, "Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri(Mat 19:19
)." Milikilah pelayanan yang dapat menjawab kebutuhan sesama yang luka dan terkapar dipinggir jalan, karena dirampok iblis, kekuatiran, ketakutan. Milikilah minyak Roh Kudus, Anggur sukacita, bebatan kasih dan perawatan Firman Tuhan. Peliharalah kasih persaudaraan(Ibr 13:1). Tuhan mengasihi dan memberkati saudara.(JEA)
Doa: Tuhan Yesus, pelayananku kepadamu bukanlah pelayanan "tampil" tetapi pelayanan perbuatan. Tolong aku, beriku kepekaan akan beban orang lain. Amin.
LEWATLAH Imam dan orang Lewi. Tetapi keduanya, "melewati dari seberang jalan." Apa artinya? Adalah tidak berguna bila kita menjadi Kristen karena sebutan. Prakteknya? Menghindari seseorang yang seharusnya kita tolong. Bila kita memisahkan diri, menghindari, meninggalkan bahkan mengata-ngatai orang yang seharusnya kita tolong kita adalah orang Kristen yang mengenal siapa sesama kita.
PAULUS berkata agar kita dengan rendah hati, "menganggap orang lain lebih utama dari diri kita sendiri(Fil2:3)." Dalam kisah di atas akhirnya datang seorang Samaria yang datang menolong, menyiramkan anggur, meminyaki dan membebat, menaikkan ke atas keledainya serta merawat orang yang malang itu. Semuanya adalah kata-kata yang aktif.
Yesus bertanya: "Dari ketiga orang itu siapakah seama manusia bagi orang yang jatuh ketangan penyamun? Ahli Torat: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya."
APAKAH hidup kita hanya pelayanan tampil? Untuk dilihat dan didengar orang? Atau pelayanan perbuatan. Tidak masalah orang menjelekkan kita sebagai orang Samaria(-), asalkan pelayan kita berguna bagi sesama(+). Yesus, adalah gambaran orang Samaria yang baik hati itu berkata: "Pergilah dan perbuatlah demikian!"
TAK ada gunanya kita hanya membaca renungan ini, tetapi pergilah, tolonglah sesama. Milikilah pelayanan orang Samaria. Yesus berkata, "Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri(Mat 19:19
Doa: Tuhan Yesus, pelayananku kepadamu bukanlah pelayanan "tampil" tetapi pelayanan perbuatan. Tolong aku, beriku kepekaan akan beban orang lain. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)